Cegah Stanting Di Langkat Kapolres Bersinergi Dengan Pemda Berikan Bantuan Vitamin Dan Susu Ke Balita

131

Langkat,(trieknews.com)

Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Menurut WHO, di seluruh dunia, diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun pertumbuhannya terhambat karena stunting.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi. Penyebab Stunting Ads by AdAsia Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:
1.Kurang gizi kronis dalam waktu lama,
2.Retardasi pertumbuhan intrauterine,
3.Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
4. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres,
5. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Kegagalan pertumbuhan mungkin telah terjadi di masa lalu seorang.
Gejala Stunting Antara Lain Yaitu :
1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya,
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya,
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya,
4. Pertumbuhan tulang tertunda Advertisment,

Mencegah Stunting Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa. Untuk mengatasi masalah stunting ini.

Untuk mencegah peningkatan jumlah Stunting di wilayah Sumatera Utara Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs R.Z Panca Putra S, M.si. sejak hari selasa tanggal 21 Maret 2023 melalui Zoom meeting seluruh jajaran Polda Sumut mengintruksikan seluruh jajaran untuk mendatakan dan melakukan pencegahan angka Stunting di Wilayah Sumatera Utara.

Atas perintah Kapolda Sumut, Kapolres Langkat AKBP FAISAL RAHMAT HS, SIK, SH, MH bergerak cepat dengan memerintahkan jajarannya untuk melakukan pendataan dan pencegahan stunting di wilayah hukum polres Langkat dengan nomor sprin / 365 /III/OPS.2/2023, tgl 24 Maret 2023 denga menghunjuk Kabag Ops Polres Langkat AKP Sahrial Sirait, SH, MH dan Kabag Sumda Polres Langkat Kompol Wakita Sheena Sari, SE, SIK, MM sebagai Koordinator Tim pencegahan Stunting.

Kompol Waskita selaku Koordinator Tim membenarkan bahwa saat ini polres Langkat bersama dengan Dinas Kesehatan, Camat sejajaran Kabupaten Langkat telah melakukan pendataan dan pencegahan Stunting di wilayah hukum polres Langkat, dimana sejak dikeluarkan surat perintah kami telah melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, seluruh Camat sekabupaten langkat dan di dampingi jajaran Polsek sejajaran Polres Langkat untuk melakukan pendataan dan pencegahan.
Kami bersama sama melakukan pendataan dan pemberian bantuan berupa Sembako, Vitamin, Susu untuk perkbangan tumbuh kembang bayi dan anak anak bersama sama dengan Pemda Kabupaten Langkat untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Langkat tutur Kompol Waskita Sheena Sari selaku koordinator Tim.(zk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini